Abstrak:

Artikel ini menyoroti pedoman (guideline) American Society of Hematology (ASH) termutakhir mengenai pengelolaan ITP pada pasien anak dan dewasa. Berdasarkan pedoman tersebut, agonis reseptor trombopoietin (thrombopoietin receptor agonist, TPO-RA) termasuk sebagai salah satu pilihan pengobatan lini kedua. Pemberian TPO-RA dianggap bermanfaat bagi pasien ITP karena menghasilkan durable response, bersifat non-imunosupresif, dan memiliki profil keamanan yang baik.

 

Kata kunci: Trombositopenia imun, American Society of Hematology, Agonis reseptor trombopoietin

 

Berikut ini ikhtisar pedoman ASH tahun 2019 mengenai pengelolaan ITP.1

 

ITP pada anak 

Terlepas dari jumlah trombosit, pedoman ini merekomendasikan bahwa pasien anak dengan perdarahan minor atau tanpa perdarahan memerlukan observasi saja. Bagi pasien anak dengan kualitas hidup yang menurun dan/atau perdarahan mukosa yang tidak mengancam jiwa, pedoman ASH menyarankan hal-hal berikut1:

  • Pengobatan lini pertama dengan pemberian kortikosteroid jangka pendek, imunoglobulin anti-D, atau imunoglobulin intravena (IVIG)
  • Pengobatan lini kedua dengan agonis reseptor trombopoietin (TPO-RA), rituximab, atau splenektomi

 

ITP pada dewasa

Pedoman ini merekomendasikan bahwa pasien dengan trombosit ≥30×109/L dan perdarahan mukokutan minor atau asimtomatik memerlukan observasi saja. Bagi pasien newly diagnosed ITP dengan trombosit <30×109/L dan perdarahan mukokutan minor atau asimtomatik sekalipun, pengobatan dengan kortikosteroid disarankan.1

Rawat inap dianjurkan bagi pasien newly diagnosed ITP dengan trombosit  <20×109/L dan perdarahan mukokutan minor atau asimtomatik sekalipun. Rawat jalan disarankan pada pasien yang sudah pernah terdiagnosis ITP dengan trombosit <20×109/L dan perdarahan mukokutan minor atau asimtomatik dan pada pasien (baru ataupun sudah pernah terdiagnosis ITP) dengan trombosit ≥20×109/L dan perdarahan mukokutan minor atau asimtomatik.1

Pengobatan lini pertama yang direkomendasikan adalah pemberian kortikosteroid jangka pendek (<6 minggu, termasuk tapering).1

  • Jenis kortikosteroid yang diberikan umumnya adalah prednison atau deksametason
  • Pada pasien newly diagnosed ITP, pemberian kortikosteroid saja lebih disarankan ketimbang kombinasi kortikosteroid dan rituximab.

 

Beberapa rekomendasi tetap tidak berubah dibanding pedoman sebelumnya (2011), di antaranya1:

  • Penggunaan IVIG dengan kortikosteroid jika diperlukan peningkatan trombosit secara cepat
  • Pemberian IVIG atau imunoglobulin anti-D pada pasien yang sesuai, bila pemberian kortikosteroid dikontraindikasikan 
  • Jika IVIG digunakan, pengobatan sebaiknya diberikan dalam dosis tunggal 1 g/kg, dapat diulang bila perlu.

 

Pedoman tahun 2019 memberikan rekomendasi berikut untuk pengobatan lini kedua pada pasien dewasa yang telah menderita ITP selama 3 bulan atau lebih dan tidak responsif terhadap kortikosteroid atau ketergantungan akan kortikosteroid1:

  • TPO-RA
  • Rituximab
  • Splenektomi

 

Agonis reseptor trombopoietin: Fokus pada eltrombopag 

Studi EXTEND (Eltrombopag eXTENded Dosing) pernah dilakukan untuk menilai efektivitas dan keamanan pemberian eltrombopag jangka panjang pada pasien dewasa dengan ITP kronik yang pernah mengikuti salah satu penelitian eltrombopag sebelumnya. Sebanyak 302 pasien berhasil direkrut dalam penelitian ini, yang menerima pengobatan dengan median durasi 2,37 tahun (rentang: 2 hari hingga 8,76 tahun).2

Peningkatan trombosit hingga mencapai ≥50×109/L terlapor sejak minggu kedua terapi dan bertahan sepanjang periode studi. Studi EXTEND memperlihatkan bahwa pengobatan jangka panjang dengan eltrombopag tetap menghasilkan respons trombosit yang diharapkan tanpa isyarat keamanan baru.2

 

Kesimpulan:
TPO-RA dianggap bermanfaat karena menghasilkan durable response, bersifat non-imunosupresif, dan memiliki profil keamanan yang baik. Studi EXTEND menunjukkan bahwa digunakan sebagai terapi pemeliharaan jangka panjang sekalipun, eltrombopag menghasilkan efikasi yang konsisten dan  dapat ditoleransi dengan baik oleh kebanyakan pasien; penyesuaian dosis boleh jadi diperlukan selama pengobatan dengan eltrombopag.

 

Mengenai Rebozet™ (Eltrombopag)
Eltrombopag merupakan molekul kecil non-peptida yang bekerja sebagai agonis reseptor trombopoietin (TPO-RA).2 Diindikasikan untuk pengobatan trombositopenia pada pasien dengan ITP kronik yang memiliki respons tidak memadai terhadap kortikosteroid, imunoglobulin, atau splenektomi, eltrombopag digunakan pada pasien ITP dengan derajat trombositopenia dan kondisi klinis yang meningkatkan risiko perdarahan. Terapi dengan eltrombopag bertujuan mencapai kadar trombosit dalam level aman, tidak dimaksudkan untuk menormalkan kadar trombosit.3

Eltrombopag tersedia dalam bentuk sediaan tablet salut selaput 25 mg dan 50 mg, dengan anjuran dosis awal 25 mg sekali sehari (dapat disesuaikan bergantung pada respons trombosit). Obat dikonsumsi 4 jam sebelum atau sesudah makan mengingat adanya interaksi obat-makanan.3

 

Referensi:
1.    Neunert C, et al. Blood Adv. 2019;3(23):3829-66.
2.    Wong RSM, et al. Blood. 2017;130(23):2527-36. 
3.    Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Informasi Produk REBOZET. 2018.
 

NVS/ONCO-HEM/OTHR/122020/0024
×

Medical Information Request

×

Ask Speakers