Abstrak:
Modalitas pengelolaan pasien ITP persisten/kronis yang refrakter terhadap terapi lini-pertama tanpa perdarahan mengancam jiwa, baik pada pasien dewasa maupun anak, meliputi observasi, kortikosteroid, IVIG, imunoglobulin anti-D, rituximab, splenektomi, dan agonis reseptor trombopoietin (TPO-RA). Pedoman American Society of Hematology (ASH) 2019 merangkum total 21 rekomendasi terkait hal ini. Sejumlah penelitian juga masih dilangsungkan hingga saat ini guna mengembangkan obat-obat inovatif lainnya.

 

Kata kunci: ITP kronis, American Society of Hematology, Agonis reseptor trombopoietin

 

Definisi penting

Berikut beberapa definisi penting tentang pembagian ITP berdasarkan durasi penyakit semenjak terdiagnosis1:

  • Newly diagnosed ITP: durasi kurang dari tiga bulan
  • ITP persisten: durasi 3 sampai 12 bulan
  • ITP kronis: durasi lebih dari 12 bulan

 

Pengelolaan ITP persisten dan kronis 

Berikut ini beberapa rekomendasi mengenai prinsip penatalaksanaan ITP persisten dan kronis1:

Dewasa

Pada pasien dewasa dengan ITP berdurasi 3 bulan atau lebih yang tidak responsif terhadap kortikosteroid (non-responder) atau bergantung pada kortikosteroid (corticosteroid-dependent):

  • Panel ahli menyarankan TPO-RA atau splenektomi ketimbang rituximab, bila durable response menjadi pertimbangan utama
  • Panel ahli menyarankan rituximab ketimbang splenektomi, bila pasien menghindari pembedahan dan terapi jangka-panjang

 

Pada pasien dewasa dengan ITP berdurasi 3 bulan atau lebih yang tidak responsif terhadap kortikosteroid atau bergantung pada kortikosteroid dan akan diberikan TPO-RA:

  • Panel ahli menyarankan eltrombopag atau romiplostim; pilihan pengobatan secara oral harian atau injeksi subkutan mingguan bergantung pada preferensi pasien

 

Anak

Pada pasien anak dengan ITP yang disertai penurunan kualitas hidup terkait-kesehatan (health-related quality of life, HRQoL) dan/atau perdarahan mukosa yang tidak mengancam jiwa dan tidak responsif terhadap pengobatan lini-pertama:

  • Panel ahli menyarankan penggunaan TPO-RA ketimbang rituximab
  • Panel ahli menyarankan penggunaan TPO-RA ketimbang splenektomi
  • Panel ahli menyarankan penggunaan rituximab ketimbang splenektomi

 

Mengenai Rebozet™ (Eltrombopag)

Eltrombopag merupakan molekul kecil non-peptida yang bekerja sebagai agonis reseptor trombopoietin (TPO-RA).2 Diindikasikan untuk pengobatan trombositopenia pada pasien dengan ITP kronis yang memiliki respons tidak memadai terhadap kortikosteroid, imunoglobulin, atau splenektomi, eltrombopag digunakan pada pasien ITP dengan derajat trombositopenia dan kondisi klinis yang meningkatkan risiko perdarahan. Terapi dengan eltrombopag bertujuan mencapai kadar trombosit dalam level aman, tidak dimaksudkan untuk menormalkan kadar trombosit.3

Eltrombopag tersedia dalam bentuk sediaan tablet salut selaput 25 mg dan 50 mg, dengan anjuran dosis awal 25 mg sekali sehari (dapat disesuaikan bergantung pada respons trombosit). Obat dikonsumsi 4 jam sebelum atau sesudah makan mengingat adanya interaksi obat-makanan.3
 

Referensi:
1.    Neunert C, et al. Blood Adv. 2019;3(23):3829-66.
2.    Wong RSM, et al. Blood. 2017;130(23):2527-36. 
3.    Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Informasi Produk REBOZET. 2018.

NVS/ONCO-HEM/OTHR/122020/0026
×

Medical Information Request

×

Ask Speakers