Abstrak:
Eltrombopag adalah obat oral berupa molekul kecil golongan agonis reseptor trombopoietin (TPO-RA) nonpeptida yang diindikasikan untuk pengobatan trombositopenia pada pasien ITP kronis yang tidak memberikan respons adekuat terhadap kortikosteroid, imunoglobulin, atau splenektomi. Artikel berikut membahas tentang Selayang Pandang ELTROMBOPAG untuk pengobatan ITP, meliputi dosis, indikasi, cara kerja, dan studi pivotal.

 

Kata kunci: Trombositopenia imun, Agonis reseptor trombopoietin (TPO-RA), Eltrombopag, RAISE, REPEAT, EXTEND

 

Trombositopenia imun (ITP) adalah gangguan autoimun yang disebabkan oleh penghancuran trombosit yang dimediasi oleh antibodi atau gangguan produksi trombosit yang mengakibatkan berkurangnya jumlah trombosit. ITP kronis didefinisikan sebagai ITP yang telah berlangsung selama 12 bulan atau lebih. Gejala perdarahan pada ITP bervariasi, mulai dari memar (ekimosis) dan petekie ringan hingga kondisi yang lebih serius meskipun relatif jarang terjadi, seperti perdarahan intrakranial.1

Tujuan utama pengobatan adalah untuk meningkatkan jumlah trombosit ke kisaran yang aman dan stabil untuk mencegah perdarahan, dengan efek samping minimal.2

 

Mengenal ELTROMBOPAG

Kebanyakan modalitas pengobatan ITP sebagian besar berfokus pada penekanan penghancuran trombosit, seperti kortikosteroid, imunoglobulin, dan splenektomi. Namun, pengobatan ini sering kali menimbulkan efek samping yang berat.2 

Golongan obat lain, yaitu agonis reseptor trombopoietin, salah satu contohnya adalah eltrombopag, dapat meningkatkan produksi trombosit dan telah terbukti aman dan efektif untuk pengobatan pasien dengan ITP.2 

Eltrombopag adalah obat oral berupa molekul kecil golongan agonis reseptor trombopoietin (TPO-RA) nonpeptida yang diindikasikan untuk pengobatan trombositopenia pada pasien ITP kronis yang tidak memberikan respons adekuat terhadap kortikosteroid, imunoglobulin, atau splenektomi.3

 

Dosis 

Eltrombopag tersedia dalam bentuk sediaan tablet salut selaput 25 mg dan 50 mg. Obat dikonsumsi empat jam setelah atau sebelum makan karena adanya interaksi obat-makanan dengan bahan makanan tertentu, seperti antasida, produk olahan susu, atau suplemen mineral yang mengandung kation polivalen (alumunium, kalsium, besi, magnesium, selenium, zinc).3 

 

Mekanisme kerja

Trombopoietin (TPO) adalah sitokin yang terlibat dalam proses megakariopoiesis dan trombopoiesis, juga merupakan ligan untuk reseptor TPO (TPO-R).3 Ketika terikat pada domain transmembran reseptor TPO, eltrombopag memicu jaras sinyal TPO dan menginduksi sel-sel progenitor sumsum tulang untuk berproliferasi dan berdiferensiasi menjadi megakariosit.3  
 

Studi pivotal

RAISE
Salah satu studi pivotal eltrombopag pada populasi pasien ITP adalah RAISE (RAndomised placebo-controlled ITP Study with Eltrombopag), sebuah studi fase 3 dengan pembanding plasebo pada 197 pasien dewasa dengan ITP berdurasi ≥6 bulan, yang pernah mendapat pengobatan sebelumnya dan memiliki kadar trombosit baseline <30 x 109/L. Dalam penelitian yang berlangsung selama 6 bulan ini, pasien dibagi menjadi dua kelompok: mendapat pengobatan standar plus 50 mg eltrombopag sekali sehari (135 pasien) atau pengobatan standar plus plasebo (62 pasien). Sebanyak 106 (79%) pasien di kelompok eltrombopag memperlihatkan respons trombosit setidaknya satu kali selama periode studi, berbanding 17 (28%) pasien di kelompok plasebo (odds ratio 8,2; 99%CI 3,59-18,73; p <0,0001). Pengurangan terapi ITP konkomitan didapatkan pada 37 (59%) pasien di kelompok eltrombopag, berbanding 10 (32%) pasien di kelompok plasebo (p =0,016). Selain itu, hanya 24 (18%) pasien di kelompok eltrombopag yang membutuhkan rescue treatment, berbanding 25 (40%) pasien di kelompok plasebo (p=0,001).2 

Kejadian tromboemboli terlapor pada 3 (2%) pasien di kelompok eltrombopag. Kejadian perdarahan serius tercatat hanya pada 1 (<1%) pasien di kelompok eltrombopag (<1%), berbanding 4 (7%) pasien di kelompok plasebo. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa eltrombopag efektif untuk pengobatan ITP kronik, terutama pada pasien yang tidak memberikan respons adekuat terhadap terapi sebelumnya atau splenektomi.2  

 

REPEAT
Studi pivotal eltrombopag pada populasi pasien ITP lainnya adalah REPEAT (Repeated ExPosure to Eltrombopag in Adults with ITP), sebuah studi fase 2 open-label, single-arm untuk menilai keamanan dan konsistensi respons pada pemberian berulang 50 mg eltrombopag sekali sehari secara intermiten sebanyak 3 siklus (1 siklus = 6 minggu on diikuti 4 minggu off). Endpoint primernya adalah proporsi pasien dengan respons trombosit (trombosit ≥50 x 109/L dan ≥2 x baseline) pada Siklus 1 yang juga memberikan respons pada Siklus 2 atau 3. Dalam penelitian tersebut, sebanyak 52 dari 65 (80%) pasien memberikan respons pada Siklus 1. Dari jumlah tersebut, 45 (87%) pasien juga menunjukkan respons pada Siklus 2 atau 3, dan 71% pasien di antaranya memperlihatkan respons pada Siklus 2 maupun 3. Frekuensi atau keparahan efek samping, paling sering berupa sakit kepala, tidak meningkat dari 1 siklus ke siklus berikutnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa pada pasien yang berespons terhadap terapi eltrombopag jangka pendek, sekalipun tidak menjalani pengobatan yang konsisten, pemberian eltrombopag selanjutnya terbukti aman dan efektif.4 

 

EXTEND
Studi pivotal ketiga, EXTEND (Eltrombopag eXTENded Dosing), merupakan sebuah studi fase 3 yang dilakukan untuk menilai efektivitas dan keamanan pemberian eltrombopag jangka panjang pada pasien dewasa dengan ITP kronik yang pernah mengikuti salah satu penelitian eltrombopag sebelumnya. Sebanyak 302 pasien berhasil direkrut dalam penelitian ini, yang menerima pengobatan dengan median durasi 2,37 tahun (rentang: 2 hari hingga 8,76 tahun). Peningkatan trombosit hingga mencapai ≥50 × 109/L terlapor sejak minggu kedua terapi dan bertahan sepanjang periode studi. Angka kejadian tromboemboli (6%) dan efek samping hepatobiliar (15%) tidak meningkat seiring lama pengobatan setelah melewati 1 tahun. Studi ini memperlihatkan bahwa pengobatan jangka panjang dengan eltrombopag tetap menghasilkan respons trombosit yang diharapkan tanpa isyarat keamanan baru.1

 

Referensi:
1.    Wong RSM, et al. Blood. 2017;130(23):2527-36. 
2.    Cheng G, et al. Lancet. 2011;377(9763):393-402.
3.    Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Informasi Produk REBOZET. 2018.
4.    Bussel JB, et al. Br J Haematol. 2013;160(4):538-46.

NVS/ONCO-HEM/OTHR/122020/0025
×

Medical Information Request

×

Ask Speakers